Pengertian Interaksi Sosial, Ciri, Jenis, Faktor & Aturannya

Pengertian Interaksi Sosial, Ciri, Jenis, Faktor & Aturannya – Salam sejahtera bagi teman – teman online yang terkasih, kembali lagi di dalam web Bimbel.Co.Id yang akan membahas tentang Interaksi Sosial.

Oke, mari kita simak penjelasannya secara terperinci di bawah ini.

 

"Pengertian

 

Pengertian Interaksi Sosial

Interaksi sosial adalah hubungan sosial antara individu dengan individu lainnya, antara individu dengan kelompok, dan antara kelompok dengan kelompok. Jika tidak ada interaksi sosial, dia tidak akan bisa hidup bersama.

Manusia adalah makhluk sosial, oleh karena itu interaksi sosial merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat. Merupakan landasan atau pilar suatu hubungan yang terbentang sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku. Karena interaksi sosial berjalan dengan baik ketika norma dan nilai dapat diterapkan dengan benar dan efektif.

Ketika seseorang tidak menaati dan mengikuti norma dan nilai yang ada, interaksi sosial menjadi terhambat. Orang-orang sangat bergantung satu sama lain, sehingga orang tidak bisa hidup sendiri.

 

Pengertian Interaksi Sosial Menurut Para Ahli

  • Menurut Soerjono Soekanto

Adalah proses sosial dengan jalur terkait yang dapat diamati ketika individu dan kelompok sosial bertabrakan dan membentuk sistem dan hubungan sosial.

  • Menurut Basrowi

Ialah pemahaman Basrowi. Baginya, interaksi sosial adalah hubungan dinamis yang mengarahkan seseorang ke orang lain, kelompok ke kelompok lain, atau seseorang ke kelompok. Ini berbentuk kerjasama, tetapi bisa juga berbentuk tindakan, persaingan atau bahkan konflik.

  • Menurut Kimball Young dan Raymond W. Mack

Yaitu hubungan sosial yang dinamis dan meliputi hubungan antar individu, antara individu dengan kelompok, dan antara kelompok dengan kelompok lainnya.

  • Menurut Partowisastro

Yakni hubungan sosial yang berfungsi untuk menciptakan berbagai jenis hubungan sosial yang dinamis. Hubungan ini dapat berbentuk individu, kelompok dengan kelompok, atau individu dengan kelompok.

 

Ciri-ciri Interaksi Sosial

Pada dasarnya, karakteristiknya terletak terutama pada kesadaran mengarahkan suatu tindakan terhadap orang lain. Kemudian ada tindakan timbal balik (respons) antar partisipan, apapun bentuk tindakannya, seperti niat untuk menyakiti atau membantu, mencintai atau membenci, setia atau mengkhianati.

Selain itu, ada beberapa karakteristik mendasar yang perlu kita ketahui, antara lain sebagai berikut:

  1. Subyek dengan jumlah lebih dari satu orang
  2. Terdapat komunikasi antar subyek
  3. Terdapat dimensi waktu, baik itu waktu yang sudah lampau, waktu saat ini, maupun waktu yang akan datang
  4. Terdapat tujuan tertentu, terlepas dari sama tidaknya tujuan tersebut dengan yang diperkirakan oleh pengamat.

 

Jenis-Jenis Interaksi Sosial

Proses sosial menghasilkan dua bentuk interaksi sosial, yaitu proses asosiatif (kerjasama, asimilasi, akomodasi dan akulturasi) dan proses disosiatif (persaingan, pertentangan, dan pelanggaran). Asosiasi tersebut terdiri dari kerjasama (cooperation), akomodasi (accommodation).

Kerjasama di sini dipahami sebagai usaha bersama individu atau kelompok orang untuk mencapai satu atau lebih tujuan bersama. Akomodasi adalah cara penyelesaian konflik tanpa merusak pihak lawan, agar pihak lawan tidak kehilangan kepribadiannya.

  • Kerjasama adalah usaha kolektif individu atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Berdasarkan implementasinya, kerjasama memiliki lima bentuk, yaitu harmoni, negosiasi, kooptasi, koalisi, dan usaha patungan. Menurut beberapa ahli, bentuk kerjasama dapat dibedakan menjadi empat yaitu kerjasama spontan, langsung, kontraktual dan tradisional.
  • Akomodasi memiliki dua pengertian, yaitu sebagai keadaan dan sebagai proses. Perumahan sebagai negara mengacu pada keseimbangan interaksi antar individu atau antar kelompok dalam kaitannya dengan nilai dan norma masyarakat yang berlaku. Akomodasi sebagai proses mengacu pada upaya atau sarana untuk menyelesaikan konflik tanpa menghancurkan pihak lawan untuk menemukan keseimbangan. Sebagai suatu proses, adaptasi mengambil berbagai bentuk, yaitu pemaksaan, kompromi, arbitrase, mediasi, arbitrase, toleransi, kebuntuan, penilaian, eliminasi, penyerahan/dominasi, keputusan mayoritas, persetujuan minoritas, konversi dan gencatan senjata.
  • Asimilasi adalah upaya untuk mengurangi perbedaan antara individu atau kelompok dengan memperkuat kesatuan tindakan, sikap dan perasaan dalam rangka mencapai kepentingan dan tujuan bersama.
  • Akulturasi merupakan perpaduan dua budaya yang berbeda. Perpaduan itu tercipta berkat kedatangan budaya asing. Budaya asing diterima dan menjelma menjadi budaya baru tanpa kehilangan ciri khas kedua budaya tersebut.
  • Persaingan adalah perjuangan berbagai pihak untuk mencapai tujuan tertentu. Ada dua jenis kompetisi, pribadi dan non-pribadi.
  • Pertentangan atau konflik adalah perjuangan individu atau kelompok sosial untuk memenuhi tujuan dengan cara menantang pihak lawan.
  • Pelanggaran adalah bentuk kekecewaan, ketidakpuasan, dan perasaan tidak suka yang tersembunyi terhadap orang lain. 

 

Karakteristik Interaksi Sosial

Setelah memahami pentingnya interaksi sosial, Anda juga harus memahami karakteristik interaksi sosial. Toh ada empat ciri yaitu lebih dari satu aktor, adanya komunikasi dengan simbol (yang utama adalah bahasa), adanya tujuan dan adanya batas waktu tertentu.

 

Faktor-Faktor Penyebabnya

Interaksi sosial di pengaruhi oleh beberapa faktor. Faktornya adalah

  1. Simpati atau keadaan tertarik pada orang lain.
  2. Empati adalah bentuk belas kasih yang mendalam.
  3. Identifikasi adalah kecenderungan untuk menjadi seperti orang lain.
  4. Sugesti adalah pendapat, sikap dan pandangan orang lain.
  5. Imitasi adalah tindakan meniru bagian-bagian tertentu.

 

Aturan Interaksi Sosial

  1. Aturan ruang/jarak. Edward T. Hall mengatakan bahwa ruang antar individu sangat besar pengaruhnya terhadapnya. Hall membagi jarak sosial menjadi empat, yaitu jarak intim, jarak pribadi, jarak sosial, dan jarak publik.
  2. Aturan waktu. Waktu dapat menentukan interaksi. Dalam masyarakat yang tidak disiplin, misalnya, sering terjadi kekurangan orientasi waktu atau yang disebut “jam tangan karet”.
  3. Aturan Isyarat – Menurut Edward T. Hall dan Mildred Reed Hall, komunikasi non-verbal (tidak termasuk bahasa lisan dan tulisan) adalah bentuk komunikasi utama bagi manusia. Status sosial adalah tempat atau kedudukan seseorang dalam suatu kelompok sosial atau dalam masyarakat.

 

Demikianlah penjelasan mengenai Pengertian Interaksi Sosial, Ciri, Jenis, Faktor & Aturannya. Semoga dengan adanya artikel ini dapat membuat para pembaca menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang efektif. Sekian dan terima kasih.

Baca Artikel Lainnya :